Minggu, 20 November 2011

Saga no Gabai Bachan (Nenek Hebat dari Saga)


Judul                : Saga no Gabai Bachan (Nenek Hebat dari Saga)
Penulis              : Yoshici Shimada
Kord. Penerj    : Mikihiro Moriyama
Penerjemah      : Indah S.Pratidina
Penyunting        : Tim Kansha
Tebal                : 245 hlm
Cetakan           : 1, April 2011
Penerbit            : Kansha Books


Gw baca ni buku dapet pinjem. Biasa, makhluk miskin kaya gw harus pinter cari-cari perkara hahaa.. "Memoar dan inspiratif!" itu kata gw..walo nggak ada memoar sebaik Totto Chan, tapi buku ini luar biasa.

Mengisahkan Seorang Nenek yang menerima penitipan cucu (hehee..cucu itu ya si Yoshici Shimada, penulis ni buku) di tengah kemiskinan paska jatuhnya bom atom Jepang. Sosok nenek Osano, tokoh utama dalam novel ini jian.. keren sangad! Pandangannya yang polos dan jujur tentang kemiskinan berhasil mengobrak-abrik pemahaman tentang apa itu kemiskinan, bahwa kemiskinan tidak selalu identik dengan ketidakbahagiaan. Ketika kita selalu bahagia, maka miskin atau kaya adalah tipis bedanya.Ckckck..

Luar biasa, dalam kesederhanaannya, nenek hebat dari Saga ini telah mengajarkan  mengenai arti dari bersyukur dan bersikap ikhlas. Tidak ada manusia yang ingin menjadi miskin, namun ketika keadaan memaksa demikian, maka manusia harus menerimanya dengan lapang dada sambil terus berupaya. Nenek Osano juga membuktikan kebenaran bahwa Tuhan senantiasa menjaga hamba-hamba-Nya yang selalu bersyukur. Kiriman gratis dari sungai ibarat kiriman rahmat yang tak terkira. Memang, ketika kita senantiasa memandang segala sesuatunya secara positif, maka hidup akan terasa ringan dan menyenangkan. ^_^

Gw salut sama Nenek Osano, hormat yang mendalam dech pada nenek Osano. 
Ni gw copy dari bukunya: 
 

Tips Hidup yang Menyenangkan dari Nenek yang membesarkan Yoshichi Shimada: Nenek Osano!

*
Saat kita dibenci,
itu berarti kita menonjol di antara yang lain.

*
Jangan bicara sedih di malam hari.
Kisah sulit bila dibicarakan siang hari,  
tidak akan terasa begitu sulit.

*
Nilai rapor apa pun asal bukan nol tidak masalah.
Kalau satu dan dua dijumlahkan,
hasilnya tetap akan jadi lima!

*
Jangan bersedih saat pemakaman!
Selalu ada waktu untuk segalanya
dan ini waktu yang tepat.

*
Tertawalah saat orang terjatuh.
Tertawalah saat diri sendiri terjatuh.
Bagaimanapun semua orang memang lucu.

*
Hidup itu selalu menarik.
Daripada hanya pasrah,
selalu coba cari jalan!

*
Kebaikan sejati dan tulus adalah
kebaikan yang dilakukan
tanpa diketahui orang lain yang
menerima kebaikan.

*
Pelit itu payah! Hemat itu jenius!

*
Berhentilah mengeluh
“panas” atau “dingin.”
Musim panas berhutang budi pada musim dingan, 
demikian juga sebaliknya.

*
Saat jarum jam dinding berputar ke kiri,
orang akan menganggapnya rusak
dan membuangnya.
Manusiapun tidak bolah menengok ke belakang, 
terus maju dan maju,
melangkah ke depan!

*
Di dunia ini, banyak orang yang meski sakit
tidak mau mati.
Bunuh diri sungguh kelewat mewah.

*
Hiduplah miskin mulai dari sekarang!
Bila sudah kaya, kita jadi berpelesir, jadi
makan sushi, jadi menjahit kimono.
Hidup jadi kelewat sibuk.

*
Belum tentu kita miskin
Karena makan sarden.
Kalau orang zaman dahulu melihat sarden
Dan menamainya ikan tai,
sarden itu jadi ikan tai, bukan?

*
Jangan terlalu rajin belajar!
Bisa-bisa nanti jadi kebiasaan.

*
Kau tidak butuh celana renang
untuk di laut!
Berenanglah dengan
kemampuanmu sendiri!

*
Jangan terus pikirkan hari esok dan hari ini.
Pikirkan seratus dan
dua ratus tahun ke depan!
Bakal ada 500 orang cucu dan cicit yang
terlahir, sungguh membahagiakan, bukan ?

*
Lobak yang berujung dua sekalipun,
kalau dipotong-potong dan direbus,
sama saja dengan yang lain.
Timun yang bengkok sekalipun,
bila diiris-iris dan dibumbui garam,
tetap saja timun.

*
Ada dua jalan buat orang miskin.
Miskin muram dan miskin ceria.
Kita ini miskin yang ceria.
Selain itu karena bukan
baru-baru ini saja menjadi miskin,
Kita tidak perlu cemas.
Tetaplah percaya diri.
Keluarga kita memang
turun-temurun miskin.

*
Meski ada barang yang dapat dipungut,
bukan berarti kita dapat membuang.

*
“Nenek aku sama sekali tidak mengerti
 Bahasa Inggris.”
“Kalau begitu kau tulis saja
‘Saya orang Jepang’ “
“Aku juga tidak suka huruf Kanji…”
“Tulis saja ‘Aku hidup dengan Hiragana dan
Katakana.’ “
“Aku juga benci Sejarah…”
“Sejarah juga? Tulis ‘Saya tidak menyukai
Masa lalu’!”

*
Lagipula sekalipun perampok masuk ke
rumah kita, tidak ada apa-apa yang bisa
dicuri dari sini, bukan? Saking tidak ada
apa-apanya, mungkin dia malah jadi kasihan
dan meninggalkan sesuatu untuk kita.

*
Sampai mati, manusia harus punya mimpi!
Kalaupun tidak terkabul,
bagaimanapun itu kan Cuma mimpi.

*
Orang pintar maupun orang bodoh.
Orang kaya maupun orang miskin.
Limapuluh tahun kemudian, semua
bakal sama-sama berusia
lima puluh tahun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar