Rabu, 01 Juni 2016

SENNA

Hello everybody~

Aang kembali setelah hibernasi cukup panjang. Oh, saya ini spesial ya, disaat siamang lain musim kawin, jerit-jerit genit, saya, siamang ala-ala(?) tetep stay cool sambil baca novel. Belum.. Belum kok! Minat baca saya masing jongkok, tapi mending lah gak tengkurep lagi. Yay!

Oke, kenapa judul post saya Senna? 
Apa itu Senna?
Sennada cinta bersemi di antara kita? 
Sennamat malam duhai kekasih? 
Sennangnya hatiku turun panas demamku? 
Senna gak gitu deh~

Tebakan paling banyak pasti mengira Senna adalah nama dari seseorang. Tet tot.. Bener kok Senna ini nama orang, tepatnya nama satu tokoh yang berada di dalam novel sekaligus judul dari novel tersebut. Tokoh nyaris sempuna tanpa cacat ini merupakan buah pikiran brilian seorang wanita dewasa yang mengaku berumur 19 tahun, tahun kemarin, tahun ini, tahun, depan dan tahun-tahun berikutnya. Inilah ulang tahun yang sesungguhnya. Iya kan mbak?

Sebelum kita membahas Senna, ada baiknya kita berkenalan dengan penciptanya. Mbak Kincirmainan. Nama pena ini pasti sudah gak asing  lagi di telinga para fujo Indonesia. No! No! No! Saya bukan fujo ya, saya cuma siamang betina yang kalo bahasa sombongnya, berpengetahuanlah nyahahahahaaa.. Jadi awal mula saya tahu mbak Kincirmainan ini di wattpad. Saya pernah post tentang wattpad kan?
Gak banyak yang bisa saya bicarakan tentang mbak Kincirmainan ini. Sampai saat ini doi masih belum membuka kedoknya yang cantik jelita. Iya, tidak hanya usia, wajah dan kelamin Kincirmainan ini masih misterius kok. Terus kenapa saya panggil mbak? Ya ampun, lupa? Cita-cita saya kan jadi detektif nyahahahaaa..

Jadi...
Mba Kincirmainan ini ramah banget loh orangnya. Silahkan bilang saya sksd, sok atuh. Saya emang sok kok, ketemu langsung aja belum pernah kok, kok kok petok aja gitu. Tapi beneran, mbaknya asik, um.. mungkin karena saya asik juga kali ya? Hahahaa.. Kayak prinsip ekomoni aja gimana, lo jual gue beli, asal kalian asik, orang juga pasti bakal asik. Perumpamaan macam apa ini? -__-

Next ke karyanya ya..

Jujur saya ini gak terlalu mengikuti penulis-penulis Indonesia. Gak sombong ya, selera saya menginternasional gitu loh huahahahaa... Bohong kok! Penulis luar pun saya gak banyak tau. Dikit, itupun kadang asal tahu aja. Psssstt, padahal tiap ngisi kolom hobi pasti saya ngisinya baca, tapi tau sendiri kan, minat baca saya makin tua makin membungkuk, makin rendah. Pffftt ini minat baca udah kayak ilmu padi aja gak sih? Ya ampun, lagi-lagi saya oot. Sampai mana tadi? Karyanya mbak Kincirmainan ya?

Nah, saya ini paling males sebenernya baca cerita romance. Bukan apa, cuma bawaannya baper mulu cerita roman tuh, pun ceritanya gitu-gitu aja. Atau mungkin saya menghindari cerita roman mungkin karena ada trauma? Meh! Jangan mikir yang aneh-aneh deh, saya gak pernah patah hati kok, um.. mungkin belom.. oh, jangan sampai deh! Ah, tapi saya sering banget merasa patah hati, patah hati gara-gara barang yang saya incar mahal, dan uang saya gak cukup buat memilikinya. Huhuhuuu baper lagi kan?
Dulu, waktu jaman saya masih unyu, oh, sekarang juga masih tetep unyu kok, saya pernah baca novel luar dengan genre mungkin historical romance atau semacamnya lah, saya agak lupa. Nah disitu ada adegan dewasanya, gak vulgar kok, malah ditulis secara indah tanpa ada niatan untuk menaikkan hasrat pembaca. Tapi saya yang waktu itu masih polos buru-buru.. Enggak, enggak ditutup kok, saya buru-buru aja bacanya, masak gak diselesein? Kan tanggung, right? Yes, siapa sangka waktu itu saya mempraktekkan membaca skimming? Dan sejak itu tiap saya melihat buku dengan cover wajah kakak cantik atau paman ganteng dengan lekukan tubuhnya saya pasti beranggapan di dalamnya pasti ada adegan dewasa. Ya ampun, polos banget ya saya, padahal novel yang saya baca tadi sampulnya gambar kuda. Kuda yang bener-bener kuda gitu huahahahahaaa.
Gitu deh, sampai saya beranjak remaja saat ini, beneran saya masih remaja loh ini! Saya bahkan gak pernah baca novel pure romance, di otak saya sudah tertanam duluan ini pikiran: novel roman kalo gak gitu-gitu ya menye-menye aja bawaannya, kayak Michael Learn To Rock gitu deh yang bertahun-tahun learn-learn to rock tapi musiknya menye semua, kasihan~

Oh my Godness,
Maafkan saya mbak Kincir, kenapa saya malah kemana-mana sih?
Lanjut deh..

Saya gak anti-anti banget kok sama cerita roman. Toh, saya perempuan, perempuan kan ingin dimengerti. Eh, maksudnya.. ah, sudahlah. Pokoknya saya lebih suka cerita genre lainnya yang dibumbui roman, bukan roman yang menjadi utamanya. Rasanya kurang greget aja gitu, membaca kisah cinta antara pria dan wanita yang terhalang, restulah, jaraklah, orang ketigalah, keyakinanlah, dll, dsb, dst. Saya gak bilang cerita model begini jelek loh ya, ini masalah selera, okay?
Sampai suatu hari, saya menemukan cerita berlabel lgbt. Yes, cerita mbak Kincirmainan yang saya baca pertama kali bertema lgbt, g-nya aja sih lebih tepatnya. Bukan kali pertama saya membaca tema seperti ini, sebelumnya saya membaca fanfiction k-pop idol dengan tema yang sama (saya suka ff homoannya shinee btw) Namun, entah kenapa saya lagi-lagi merasa kurang greget, fanfiction ini berasa sama saja dengan kisah roman straight pada umumnya, cuma diganti aja bagian perempuannya dengan laki juga. Entah cuma perasaan saya aja atau saya lagi dilanda kebosanan dengan cerita yang rasanya itu-itu saja, tau sendiri kan gampang bosannya saya gimana?

Dan sampailah saya mengobrak-abrik wattpad dan menemukan tulisan mbak Kincirmainan. Senna. Dan saya langsung jatuh cinta sama masterpiecenya mbak Kincir ini. Begitu mbak Kincir memutuskan untuk membuat versi cetaknya tanpa ragu saya langsung membelinya. Yah, berkat kita-kita juga kok kayaknya, kita-kita kan terus mendesak dibuat versi buku yang beneran buku gitu.
Buku Senna terdiri dari 2 buku:

Ø  Senna


Buku 1
Ø  Senna: Rio


Buku 2


Terus ceritanya Senna itu gimana?

Ini dia masalahnya, saya gak pinter story telling, pokoknya Senna menceritakan tentang sebongkah daging yang menurut saya dan mungkin juga kalian, merupakan sosok sempurna seorang pria. Rupawan, sholeh, berkecukupan, istri cantik, putri menggemaskan.
Duh, beneran saya gak pinter ngereviw. Eh, tapi saya emang gak ada bilang mau buat review ya? Hahahahaa..

Sok, coba deh baca blurb buku 1:

Arseto Senna mengalami perceraian pertama dalam sejarah keluarga muslimnya yang taat. Di tengah kemelut perasaan bersalah karena gagal membina mahligai rumah tangga, seorang pemuda sesama jenis bernama Rio Jiwa Ariya memohon perlindungannya pada suatu malam. Bagaimana kehidupan Senna setelah kedatangan Rio mengalihkan dunianya?
Ini adalah dilema cinta antara seorang pria yang penuh pertimbangan akal sehat dengan seorang pemuda yang terkekang dalam ketakutan. Akankah iman Senna menyelamatkan mereka berdua?
Atau cinta mengalahkan segalanya?

Ya, diawal cerita Senna memergoki sang istri yang berselingkuh. Di saat yang tak terduga, takdir mempertemukan keduanya, Sena dan Rio. Senna menolong Rio dari amukan kedua kakak kandungnya dan yah, Rio ini gay. Dan ceritapun berjalan sebagaimana semestinya.

Dan ini, blurb buku 2:

Di Karimunjawa Senna berdiskusi dengan Gus Arman.
Senna memercayakan rahasia hubungan terlarangnya kepada beliau. Namun sejak pertemuan yang tidak disengaja itu, Senna seakan dihadapkan dengan berbagai kejadian yang memisahkannya dari sang kekasih. Rangkaian kejadian yang bagi Senna seakan adalah jawaban doanya mengenai jalan keluar.
Fatima yang cemburu dan kampus Senna yang tengah panas oleh isu LGBT membuat hubungan Senna dan Rio terungkap oleh keluarga dua belah pihak.
Saat Senna terbaring sakit karena siksaan Bayu dan Jarot, Rio mengalami kecelakaan yang membuatnya koma.
Inikah akhir dari kisah cinta mereka?

Ouch, ada Gus Arman.. Tanpa perlu pikir panjang, saya langsung mengidolakan beliau. Bukan gantengnya, gak jelas juga Gus Arman ini ganteng apa enggak hahahaa.. Jadi Gus Arman ini merupakan manusia super bijaksana, yang.. entahlah, ada tidak di kehidupan nyata. Gus-gus yang  pembawaan yang penuh wibawa namun selalu tampak sederhana ini mempunyai pengetahuan agama yang mumpuni, membuat ucapannya selalu didengar oleh keluarga Senna, bahkan pada akhirnya Bayu dan Jarot (kakak-kakak Rio) juga terdiam mendengar perkataannya. Oh, satu lagi mengenai Gus Arman, beliau ini sepertinya manusia super, like super hero gitu, ketika Senna galau gundah gulana Gus Arman muncul dalam mimpinya, bahkan yang terakhir seperti nyata, ketika semua orang melihat Senna melamun, Senna bahkan berbicara panjang lebar padanya. Apakah ini yang dinamakan astral projection, em?

Penasaran? Buka aja wattpad, cari akun @kincirmainan. Di profilnya mbak Kincir masih ada kok cerita Senna, gak bakal dihapus katanya, tapi ya gak bakal sampai tamat. Kalo kalian berminat, langsung aja hubungi mbak Kincir di messege wattpad bisa, atau di sosial media manapun yang tertera di profil wattpadnya doi.

Kalau kalian beli buku Senna series ini, dijamin gak akan nyesel kok. Tampilan buku ini keren punya, biarpun self-publishing tapi gak mengecewakan. Di setiap halaman chapter baru pasti ada quote-quote bijak disertai gambar siluet keren plus pembatas buku so sweet yang membuat buku ini semakin menarik.
Gak afdol dong kalo saya bagus-bagusin melulu ini Senna series. Ada kok, ada minusnya, walaupun cuma satu ini. Satu-satunya kekurangan novel ini adalah, kurang daftar isi huahahahahaaa.. Beneran gak ada daftar isinya, but it’s okay! Mana ada orang yang baca novel dari bab 7 dulu terus nyari halamannya di daftar isi? Mungkin ada, tapi teramat sangat sedikit sekali tipe pembaca seperti ini. So, dengan berat hati, tapi wajah tetap berseri-seri, saya katakan kekurangan buku ini termaafkan lah ya.. Umumnya orang baca novel iya emang dari depan ke belakang, awal ke akhir. Mungkin ada yang suka lompat-lompat, itu pun biasanya langsung bolak balik halaman tanpa lihat daftar isi.

Oh, satu lagi, kalau kalian beli buku Senna dan Senna: Rio sekaligus kalian akan mendapat, sebut saja bonus 1 chapter tambahan. Satu chapter tambahan ini berseting setelah cerita Senna berakhir, dengan sudut pandang Ninet, mantan istri Senna. Perlu diketahui, bonus ini berupa file, gak ada di buku. Sempet bertanya-tanya juga sih, kenapa gak diselipin di bukunya sekalian? Tapi, begitu dapat filenya saya merasa.. wow, apa yah bahasanya? Eksklusif? Yah semacam itu lah.. Eh, kalo dipikir-pikir, misalnya digabung di bukunya pasti beratnya nambah, gak mungkin dong harganya gak nambah juga hahahaa.. Tambahan 20 halaman ini sangat istimewa, sudut pandang janda dengan satu anak menyikapi hubungan Senna-Rio. Siapa yang sangka wanita yang terkesan jelek di mata kakak-kakak Senna yang notabene semuanya mengerti agama malah mempunyai pemikiran paling terbuka di antara semua tokoh yang ada #imo.
 
Ya ampun.. setelah saya nulis ini mungkin kalian bakal nganggep saya pro-lgbt ya? Hahahahaaa.. Enggak kok, saya ini cuma makhluk netral yang tidak membenarkan atau menyalahkan pihak manapun, hidup damai itu enak tauk. Tapi kedamaian ini tak berlangsung lama. Ketika negara api menyerang, sorry maksud saya ketika netral/golput di bilang haram, saya syedih, saya berdosa dong? Huhuhuuu.. Tapi gak papa, kalau misal dosa ya dosa, mau gimana lagi? Ya ampun pasrah banget ya saya? Tapi, insyaAllah saya gak bakal mengubah pendirian saya, biarin dikatain anti perubahan, inget kan post saya dulu? ketika seorang dosen membaca wajah saya, katanya saya idealis muahahahahaa.. Jadi, kalo misalnya saya seperti condong belain salah satunya, jangan terus bilang saya berpihak ke satu pihak. Saya ini mencoba adil ya, kayak kata Babe saya dulu ketika saya masih kecil dan sempat protes suatu hal, beliau cuma jawab, yang sampai sekarang selalu saya ingat dan kayaknya udah tertanam di otak, ‘Adil itu gak mesti sama!’ Eaaaaaaaak~

Toh saya ini cuma penikmat tulisan indah. Beneran indah loh ini. Saya aja gak nyangka mbak Kincirmainan tukang nyinyir itu bisa nulis cerita indah kayak gini. Pssstt, sekedar tau aja yah, di dalam Senna ini banyak terdapat potongan hadist maupun quote ahli agama, gak mungkin kan mbak Kincir gak paham apa yang ditulisnya? Dapat disimpulkan mbak Kincir ini, nyinyir nyinyir bukan srigala dong! Nyinyir nyinyir ustadzah? Mama Dedeh dong? Um, kalo kata bahasa sombong saya di atas sih berpengetahuan. Ustadzah atau bukan yang jelas  pengetahuan agamanya mba Kincir jauh di atas saya.

Sayang, sepertinya mbak Kincirmainan ini belum melirik untuk masuk ke dunia penerbitan mayor. Toh menurut saya bukunya bagus banget, paket komplit sebenarnya. Tampilan dikemas dengan apik, diksinya keren, ceritanya bagus, masuk akal lagi, yang terpenting ada pesan moralnya.
Pantes kok, kalo buku mba Kincir ini dipajang berjejer sama Lelaki Terindahnya Andrei Aksana di gramed. Atau jejerin Tere Liye sekalian biar bukunya berantem di rak? Muahahahahaa.. jujur ya, saya gak suka updatean status FB fans page Tere Liye, suka sara. Pas kapan itu pernah dihujat rame-rame kan? Muahahahahaa.. Oops, saya gak ikutan menghujat kok, Aang mah keep calm, mengamati sambil makan popcorn eh, kacang ding, enakan kacang, kadang diselingi tawa dan kadang rasa jengkel, pun kalau jengkel gak bakal saya umbar-umbar, kata salah satu bos saya sekarang kan kontrol emosi saya bagus. Ya ampun, ini saya mau membahas Senna tok kok jadi cap cus ini itu sih? Sekali lagi maafkan saya mbak~

Ada satu hal yang saya ingat dari mbak Kincir diawal-awal saya mengetahui akunnya. Entah akun yang mana ya, lupa, mbak Kincirmainan ini pernah nulis, kalimat pastinya saya juga lupa, tapi intinya: gak ada yang salah dengan self-publishing, penulis mana sih yang gak pingin bukunya terpajang di toko besar? cuma daripada kelamaan nunggu dan belum tentu juga naskah diterima, self-publishing memberikan solusi, itung-itung memajukan penerbitan indie, toh penerbit mayor awalnya indie juga. Ya ampun..  ini saya ngira-ngira apa mengada-ada sih ini? hahahahaa.. Yang saya tangkap dulu cuma bagian ‘memajukan penerbitan indie’ sih, kalimat pengantarnya beneran lupa. Tuh, sungguh mulia kan mbak Kincir ini. Aku ngefans mbak~

Ngomongin penerbit indie, mbak Kincir ini salah satu penulis andalannya penerbit MBS loh. Baru sih kayaknya, tapi orang-orang di dalamnya semua profesional, kayaknya sih, huahahahahaa.. Tapi beneran kok,  digawangi oleh Mario Bastian yang memang mempunyai pemahaman dan pengalaman dalam dunia kepenulisan yang luar binasa membuat penulis-penulis MBS ini terlihat istimewa. Ya ampun, pingin banget gabung sama mereka deh, biar berasa kayak cherrybelle gitu. Istimewa~ Tapi kemampuan menulis saya masih gini-gini aja, harus banyak belajar huhuhuhuuu...

Btw, pada penasaran gak sih, kenapa tiba-tiba saya nulis ini?

Penasaran dong, please?

Boleh ya saya cerita dikit? Oke, anggap aja di atas itu tadi saya gak ada cerita, semua murni membahas Senna #plak XDD
Jadi kenapa saya nulis ini? 
Ya karena saya memang pingin nulis lah (dan kemudian dilempar sandal berjamaah). Kalau kalian beli bukunya, terus lihat ke halaman ucapan terimakasih. Di situ ada nama saya loh, ya ampun, saya terharu.. Saya gak pernah ketemu sama Mbak Kincir dan baru-baru aja mulai mengikuti kesehariannya. Bukan! Saya bukan stalker ya, statusnya aja yang muncul terus di beranda. Salah gue? Salah temen-temen sd gue? Muahahahahaa.. Walaupun di situ ditulis Mba Kincir meragukan saya, gak ada dendam di antara kita,  saya senang, saya bahagia, dinotice gitu loh. 
Kyaaaaaaaaahh~

Udah ah, capek.

Salam tengil,
Siamang eh, Aang.

8 komentar:

  1. Hueee jadi penasaran tapi e-booknya gantung yah? T_T takut malah penasaran nanti ._.v

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baca dulu versi wattpadnya, terus kalo penasaran dibeli dong Utik Scarlet sayooooong~
      Masak maunya gratisan terus?

      Tempe bener, sih? huehehehehehee

      Hapus
  2. Yang bener silakan Ang, bukan silahkan. Ada typo juga, harusnya sempurna tapi ditulis sempuna.LOL.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yawla, saya baru tau onew cute komen juga.. masuk spam masak

      oke nyu makasih ya koreksinya, ntar saya benerin deh :D

      Hapus
  3. Setuju. ini buku worth it banget. syalalala..

    BalasHapus
  4. Ngakak baca review-nya tapi saya belom punya bukunya euy. ini bloggernya cewek apa cowok? :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Buruan atuh beli, biar Lulu punya :D

      Masih kurang jelas kah deskripsi saya Lu? Huhuhuhuu, syedih~

      Hapus