Sabtu, 05 November 2011

OTAKU’S WORLD

Selama ini fans anime/manga di Indonesia banyak banget yang ngaku-ngaku otaku (hiey…. gw sich ogah ngaku-ngaku walo gw termasuk fans anime/manga). Enggak tau ajah kalo mereka salah mengartikan kata otaku sebagai seorang penggemar berat anime/manga.

Sebenarnya apa sich otaku? Di Jepang, kata otaku dalam huruf kanji dipakai untuk meyebut istilah rumah, namun pada tahun 80-an kata tersebut diserap menjadi bahasa slang yang ditulis dalam huruf hiragana atau katakana, yang mempunyai banyak makna konotasi. Otaku dengan makna konotasi itu dipakai dalam sebuah manga berjudul Otaku no Kenkyuu karangan Akio Nakamori yang direalisasikan lewat majalah manga Burriko pada tahun 1983. Kata otaku dalam manga tersebut menunjuk pada seorang yang banyak menghabiskan waktunya dengan berdiam di dalam rumah. Istilah otaku kemudian berkembang luas menjadi sebutan untuk orang yang terobsesi dengan anime/manga porno yang suka berfantasi seksual.

Kini istilah otaku dalam bahasa slang Jepang modern lebih mengarah pada seseorang yang terobsesi akan suatu hal atau hobi khusus yang dapat dilakukan hamper seharian penuh, misalnya orang hobi nonton anime (disebut anime otaku), membaca manga (manga otaku), main game (game otaku), memasak (ryouri otaku), dll. Kata otaku disini memiliki arti negative, bahkan lebih buruk dari istialah maniak.

Menurut survey, kebanyakan para otaku di jepang didominasi oleh kaum pria, namun ada juga para otaku cewek. Otaku umumnya tidak memperhatikan penampilan mereka, jarang bersosialisasi dalam dunia nyata, banyak diantara mereka yang belum pernah pacaran [ih, kok nyinggung2 perasaan sich? Gw jg bel0m pernah pacaran neh hiks..], dan lebih banyak menghabiskan waktunya dengan mengurung diri dalam kamar untuk melakukan hobi mereka seharian.walau mereka tidak suka bersosialisasi dalam dunia nyata, para otaku biasanya mengikuti perkembangan dunia luar dengan sesame otaku lewat browsing internet.

Di Jepang, istilah otaku memiliki citra negative di kalangan masyarakat. Tak jarang mereka akan menyeringai begitu mendengar kata otaku. Jadi kalo penggemar anime/manga di Indonesia pergi ke Jepang, sebaiknya jangan ngaku-ngaku otaku bila tidak ingin dipandang sinis masyarakat di sana.

Ini nech kamar otaku

Klo ini kamar gw

Beh,, beda jauh >.<
Salam tengil#siamang

2 komentar: