Sabtu, 09 Februari 2013

FANTASTIC JOURNEY (Chapter 2)


Title : Fantastic Journey
Author : Aang0z a.k.a Aang Suki Hamburger a.k.a Siamang
Genre : Adventure, Comance, Comedy, Friendship
Chara : Ichii, Reiko Kujo, Plue, VdB, Tsuki, YM, Qia, Beel
Status : On Going Chapter

“Wahai cermin ajaib, perlihatkan padaku keadaan Ichii saat ini?” sementara itu, di istananya Plue memata-matai seluruh gerak gerik rombongan Ichii.

“Wah, wah, memang payah si Ichii.. Setelah ini mungkin akan lebih banyak lagi orang-orang yang membantunya. Tapi biarlah, semakin banyak yang membantunya tujuanku semakin cepat tercapai, tunggulah kekalahanmu Beel! Mfufufufufufuu..” Plue tertawa nista dan mencium pipi Ichii lewat kaca.

“Aku mengandalkanmu Ichii!” Cup

***

“Hmm..”

“Ada apa tuan Ichii?” peri RK bertanya pada Ichii

“Hmm.. rasanya.. cium... eh tidak. Sepertinya semangatku  mulai keluar deh!” Ichii perpose tangan kanan pegang kepala, tangan kiri dipinggang, satu kaki dinaikkan dan mulut menggigit bungan mawar. Enggak banget dah ini pose =.=”

“Ayo, kita berangkat!” sekarang tangannya menunjuk kearah depan.

“Di sana jalan buntu” kataku santai.

Tampak jalan dipenuhi oleh batu-batu besar, sangat besar. Dan memenuhi jalan.

“Aigoo, padahal ini jalan pintas terdekat”, Qia bergumam.

“Ah, masalah kecil begini serahkan saja pada Aang0z! Telekinesis bisa memindahkan batu-batu ini kan?” Ichii yang sedang semangat-semangatnya menunjukku untuk mengatasi masalah ini.

“Kau pikir berapa berat batu-batu itu? Kau ingat kejahilanku waktu itu, aku bahkan tidak bisa mengangkatmu yang hanya tulang belulang. Lihat ini, aku hanya bisa mengangkat yang seperti ini”, aku membuat kertas perkamen dan pena melayang-layang disekitarku.

“Jadi kemampuanmu hanya segitu?” remeh Ichii.

“Bagaimana kalau kau saja yang mengangkat dan menyingkirkan batu-batu itu”, Qia membelaku.

“Sudah, biar aku coba sesuatu. Err.. padahal sihir memindah barang adalah sihir yang paling sulit” RK menengahi lalu bersiap melakukan sihirnya.

“Wahai, pengganggu yang ditunjuk oleh tangan ini, segeralah hilang dari tempat ini!” RK membaca mantra sambil memejamkan matanya.

SREK SREK

“Lho? Kok, tidak berhasil?” RK membuka matanya dan melihat batu-batu besar masih ditempatnya semula.

“Berhasil kok! Pengganggunya sudah hilang” Qia menunjuk sebelahnya yang kini sudah tidak ada apa-apa.

“Astaga, Ichii!” RK panik bukan kepalang.

***

“Lho, kok? Apa yang terjadi? Ini di mana? RK! Aang0z! Qia! Si.. Siru!” Ichii memanggil teman seperjalanannya di tengah hutan belantara, sendiri.

***

Dan kamipun mulai mencari Ichii yang hilang entah kemana dipindahkan oleh kekuatan sihir RK~

Kini, aku, RK, Qia dan Siru telah berada di kota kecil di pinggir pantai. Saat-saat tidak bersama Ichii adalah saat-saat yang sangat menyenangkan bagiku dan bagi Qia dan Siru. Sedangkan RK wajahnya tampak murung dan selalu dilanda perasaan bersalah, alamat bakal gagal misinya untuk menjadi dewasa #plak. Kami beristirahat sejenak di rumah makan tepi pantai, aku menggigit pocky, Qia menghitung permen-permennya, dan RK memakan semua makanan yang dipesan sebagai pelampiasan menghilangnya Ichii. Beberapa saat kemudian datanglah beberapa kawanan orang yang sepertinya bajak laut. Tampak di antaranya gadis cantik yang berambut putih lurus turun ke bawah, warna mata merah muda keunguan, memakai baju yg cukup modis dengan jaket trendy berwarna ungu, topi ada lambang ice cream. Sesaat aku perpana melihatnya, hanya dalam hitungan detik aku merasakan sesuatu yang aneh dalam diriku.

“Oh.. tidak! Terlambat!”, Qia berseru. Memperhatikan aku yang tanpa aku sadari menggunakan  telekinesisku untuk merubah posisi topi yang sedari tadi kupakai.

“Doi, cantik banget ciiiint~!” tiba-tiba suaraku berubah lekong.

Sepertinya gadis itu sadar sedari tadi aku perhatikan dan menghampiri kami.

“Silahkan duduk cinta~ Namanya siapa~? Silahkan pocky~” aku menawarkan kursiku dan alangkah senangnya pocky yang kutawarkan diterimanya.

“Um.. terimakasih” gadis canti itu langsung menggigit pocky pemberianku

“Kau.. Bukannya kau Princess Jessica, aka VdB?” Qia bertanya.

 “Enak, sepertinya cocok dimakan dengan es krim” katanya.

“Hey, aku berbicara padamu!” Qia merasa terabaikan berkata lagi pada gadis itu, sementara RK masih saja khusyuk dengan makanannya dan aku diam terpesona oleh kecantikannya.

“Siapa kamu?” gadis itu membuat sebal Qia.

“Perkenalkan~, eike Aang0z, penulis~ dia Qia, sahabatku~ dan ini RK, peri~!” aku yang menjawab pertanyaan.

“Wow, ternyata kamu bisa berubah kelamin. Kereeen!” gadis cantik itu tampak memandangku kagum (?)

“Kereeen! Bisa berubah kelamin, pocky yang cocok dengan ice cream, dan penulis.. Maukah kau bergabung dalam kelompokku? Tulislah kisah kita.. Kita akan mencari the all taste bersama-sama!” lanjutnya bersemangat.

DEG

Inikah takdirku? Untuk berkenala bersama orang hebat nan menawan hati ini. Sejenak RK menoleh kearahku, Qia pun kaget mendengar perkataan gadis itu. Dan aku masih speechless, mendengar ajakan dari gadis cantik ini rasanya kayak ngebelah atsmofir berlapis-lapis, meluncuuuuur bareng paus akrobatis, terus ngebut ke rasi bintang paliiiing romantic.  Tapi aku teringat perkataan Nenek Tsuki, untuk menuliskan kisah Ichii hingga selesai orz

“Eheem..” Qia memecah lamunanku.

“Ehm..Yah, seperti yang kau duga, aku Victorique de Blois. Tak kusangka aku begitu terkenal!” Vdb akhirnya menjawab pertanyaan Qia.

“Eike, sangat ingin my princes~ tapi~ ada tugas yang harus eike selesaikan sebelumnya ciiint~ orz~”

“Selesaikan tugasmu dan bergabunglah bersamaku. Bagaimana?” tawar VdB padaku. Setelah mendapat jawaban yang memuaskan diriku, VdB pergi menuju kelompoknya berkerumun. Aku sempat melihatnya melihat kearah kami lagi sambil tersenyum manis sebelum Qia memberikan cermin padaku.

***

Setelah beberapa kali melihat cermin, karena keinginan untuk melihat dan melihat lagi VdB membuat aku bolak-balik ganti kelamin #plak. Dan kini kami kembali melanjutkan perjalanan untuk mencari Ichii.

Berbekal informasi dari pengunjung yang ada di rumah makan tepi pantai bahwa, bahwa dalam hutan tepi pantai timur tidak jauh dari lokasi rumah makan, terdengar suara-suara aneh yang langsung dipercaya sebagai setan cari alamat meneriakan kata-kata dimana? Dimana? Dimana? Kami langsung menyimpulkan itu adalah Ichii.

Dan seperti yang diduga sebelumnya. Ichii ada di hutan itu, tampak mulutnya masih menganga setelah meneriakkan dimana dimana berulang kali. Ketika kami menghampirinya, tiba-tiba ada yang melompat ke hadapan Ichii. Tampak sesosok gadis muda dengan rambut kuning ke orangean rambut panjang tergerai mengenakan setelan rok diatas lutut dan membawa sebilah pedang. Mata birunya menatap Icii dengan penuh arti, Ichii pun sejenak tertegun melihatnya. Tiba-tiba gadis muda ini melakukan suatu jurus yang hanya diketahui olehnya, atau mungkin diketahui oleh seorang lagi, yaitu suatu gerakan seperti Kamehameha dan mengarahkannya pada Ichii. Sedangkan aku, Qia, dan RK hanya terbengong-bengong melihat aksinya. Sontak Ichii pun menjatuhkan dirinya, terkapar tak berdaya di tanah. Dihampirinya Ichii yang tergeletak dengan wajah meringis kesakitan, dicabutlah pedangnya mengarahkan ke dagu Ichii.

“Mentri putih terancam oleh kuda hitam” gadis itu memulai pembicaraan. Masih di posisi menodong Ichii dengan pedangnya.

CROOOOOOT!!

Darah mengalir dari hidung Ichii. Ichii tetap meringis. Bukan, bukan meringis kesakitan Ichii terlihat meringis bahagia~ Tau kenapa? XDD

“Lama tak jumpa Ichii”, gadis itu menarik pedang dan memasukkan ke dalam sarungnya.

“Lama tak jumpa YM” Ichii kemudian duduk sambil mengelap hidungnya dengan wajah bahagia.

“Bisa kita ulangi lagi adegan tadi?” pinta Ichii pada YM

PLAAAK!

“Semuanya, perkenalkan dia YM, teman sepermainanku sewaktu kecil dan barusan adalah permainan kami”, sambil memegang pipinya yang merah, Ichii berdiri dan memperkenalkan YM pada kami semua.

Aku sudah mengenalnya, karena yah, dia adalah cucu dari orang yang menyuruhku melakukan perjalanan ini, cucu dari si nenek Tsuki. Yang aku tahu, putri YM dulunya merupakan teman Ichii semasa kecil, jauh sebelum Ichii mengenal orang yang mencuri temuannya dan Plue. Hubungan keduanya sangat dekat seperti kakak adik walaupun Ichii sering kali jelas-jelas selalu mengambil kesempatan.

“Kemana saja kalian? Tahukah kalian betapa menyeramkan hutan ini?” Ichii berkata pada kami, cemberut.

“Kau tau, sebenarnya suara cemprengmu itu telah menambah suasana seram hutan ini” YM yang menyahuti.

“Maafkan aku, Tuan Ichii.. Ini semua gara-gara kesalahanku” RK meminta maaf.

“Memang ini salahmu!” Ichii  membentak RK. RK tampak ingin menangis dibentak ;(

“Tak sepantasnya kau menyalahkan RK, lihat dirimu sendiri apakah pantas seorang pria menyalahkan peri kecil imut ini?” Qia membela RK.

“Kenapa Putri YM bisa berada di hutan ini?” aku bertanya pada YM

“Hei, Aang0z. Lama tak jumpa! Aku kebetulan sedang berlibur di dekat pantai. Karena penasaran oleh suara menyeramkan dari hutan aku kesini bermaksud ingin menumpasnya, kukira suara itu sangat mengganggu warga” YM menjelaskan.

“Um.. Jadi Plue menginginkan permata yang dijaga Beel ya?” tanya YM setelah mendengar cerita singkat Ichii dengan tambahan memplus pluskan Plue pastinya.

“Selamat berjuang teman sepermainanku!” lanjutnya sambil tersenyum manis.

“Ikutlah bersamaku kawan!” Ichii memohon pada YM

“Ogah! Itu urusanmu! Lagipula aku kesini untuk berlibur!” jawab YM

Lalu perjalanan kamipun berlanjut. Karena kami harus menjemput Ichii yang tersesat di hutan sekarang kami sedikit berbalik ke arah barat lagi. Menuju kota Lagunya, kota tepi pantai dimana kami sempat beristirahat.
“Semoga, aku dapat bertemu dengannya lagi..” batinku.

To be continued..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar