Senin, 02 September 2013

Misteri NASI

Tau nasi? 
Ga tau katrok!

ini nasi :)

Entah kenapa, gak biasa-biasanya waktu makan otak gw bekerja (kerja otak gw lumayan keras lo ini). Barusan, begitu liat nasi  gw kepikiran... Kepikiran gimana ceritanya nasi bisa dimakan.

Nasi adalah beras yang telah direbus dan ditanak. Proses perebusan beras dikenal juga sebagai 'tim'. Penanakan diperlukan untuk membangkitkan aroma nasi dan membuatnya lebih lunak tetapi tetap terjaga konsistensinya. Pembuatan nasi dengan air berlebih dalam proses perebusannya akan menghasilkan bubur.

Terus sejarahnya gimana?

Gw search ketemunya banyak banget, tiap nasi punya sejarah masing-masing. Nasi rames, nasi campur, nasi goreng, nasi tumpeng, nasi jamblang, nasi  lemak, nasi kedewaatan, nasi kucing, nasi timlo, nasi soto sampai nasi kotak ada sejarahnya. Belum semuanya itu, belum lagi nasi-nasi dari luar Indonesia, ada donburi, onigiri, hayashi, furikake, ochazuke, bento, bab, gukbab, kebuli, risotto dll.

Kalo mau tau sejarahnya macam-macam nasi di atas, cari aja sendiri! Gw sih nemu di wikipedia. Bebas lu mau nyari dimana asal jangan nyari di tempat sampah, gak bakal ada macam nasi di atas, ada cuma nasi basi atau nasi sisa(?) Kalo segitu penasarannya sama macam nasi diatas, gampang. Siapin aja uang, Beli dah! XDD

Tapi yang bikin gw kepikiran selama makan tadi bukan nasi-nasi di atas. Nasi tok! Cuma nasi! Just Nasi! #apadah 

Kata para ahli sejarah sisa-sisa budidaya beras yang pertama yang berasal dari 8.500 tahun sebelum masehi ditemukan di lembah Yangtze, China [dari sini]. Dari Asia Timur, beras menyebar ke Tenggara dan Asia Selatan. Beras diperkenalkan ke Eropa melalui Asia Barat kemungkinan waktu ekspedisi Alexander Agung ke Asia. Dan diperkenalkan ke Amerika melalui kolonisasi Eropa atau malah dari Afrika, tau sendiri kan American dari sini-sini juga asalnya. Entah indian dulu makan apa :3

Sebentar!
Kalo ngomongin beras, pasti inget dewa-dewinya juga kan?

Yo, di Indonesia kita punya Dewi Padi, Dewi Sri. Shridevi ini sering dikaitkan dengan dewi Lakshmi, keduanya dikaitkan dengan kekayaan dan kemakmuran keluarga. Konon, Dewi Sri ini ditaksir ayah angkatnya, Batara Guru. Untuk melindungi kesucian sekaligus menjaga keselarasan rumah tangga sang penguasa kahyangan, para dewata sepakat bahwa tak ada jalan lain selain harus membunuh Dewi Sri. Lalu sesuatu yang ajaib terjadi, karena kesucian dan kebaikan budi sang dewi, maka dari dalam kuburannya muncul beraneka tumbuhan yang sangat berguna bagi umat manusia. Dari kepalanya muncul pohon kelapa. Dari hidung, bibir, dan telinganya muncul berbagai tanaman rempah-rempah wangi dan sayur-mayur. Dari rambutnya tumbuh rerumputan dan berbagai bunga yang cantik dan harum. Dari payudaranya tumbuh buah buahan yang ranum dan manis. Dari lengan dan tangannya tumbuh pohon jati, cendana, dan berbagai pohon kayu yang bermanfaat; dari alat kelaminnya muncul pohon aren atau enau bersadap nira manis. Dari pahanya tumbuh berbagai jenis tanaman bambu. Dari kakinya mucul berbagai tanaman umbi-umbian dan ketela; akhirnya dari pusaranya muncullah tanaman padi, bahan pangan yang paling berguna bagi manusia

Banyak versi sih. Oiya, kalo ada waktu baca [ini] dah. Sedikit tentang Bathara Guru dan Retna Dumilah, ada Dewi Sri juga di situ.

Tau cerita Jaka Tarub?
Ada beras-berasnya juga di cerita ini. Nawangwulan bidadari istri si Jaka masak nasi hanya dengan 1 butir beras bisa jadi sebakul. Hebat kan? Tapi kekuatannya hilang karena si Jaka penasaran dan membuka tutup penanak nasi. Akibatnya beras dalam lumbung dimana Jaka dulu menyembunyikan selendang Nawangwulan habis. Akhirnya Nawangwulan kembali ke khayangan dengan selendangnya dan meninggalkan Jaka Tarub beserta seorang anak. 
Yang disayangkan dari cerita ini, itu si Jaka Tarub kenapa gak nambahin berasnya sih? Tau istrinya bidadari tapi ya kira-kira dong? bisa-bisanya beras sampe kehabisan ck~

Itu tadi legenda Indonesia, Di Jepang ada juga dewa padi (dewa apa dewi ya? o.Oa) Inari Ōkami. Entah asal mulanya gimana, kalo gak salah ada cerita-cerita Inari dan rubah.

Lain lagi sama Legenda Filiphina, seorang dewi memeras, maaf, susunya sampai berdarah. Rumput yang terkena tetesan susu menjadi beras putih, sedangkan yang terkena darah menjadi beras merah.

Sekian, sedikit cerita asal mula beras.

Terus Nasi-nya?

Itu dia, yang jadi misteri bagi gw adalah gimana ceritanya dari padi yang berbiji-biji banyak, ada kulitnya itu bisa jadi beras? Hebatnya lagi bisa disulap jadi nasi. Waktu makan nasi otak gw yang ala kadarnya ini, gw paksa berpikir lumayan keras. Gimana hayou? 

Oke, Tuhan menciptakan langsung tanaman padi. Misal padi udah kuning, ada orang liat dan berpikiran 

"Wow, kemarin-kemarin warnanya gak gini deh!"

Dia penasaran, dicabutnya beberapa batang padi. Daunnya jelas gak enak, karena dia bukan sapi yang suka jerami. Lalu dia petik biji padi itu satu, (kecil amat kan?) dimakan langsung. Tapi apa yang terjadi?

"Gak enak!" <<<<eh, dia berasa iklan.

Gimana bisa enak? elu gigit biji padi masih ada kulitnya. Dia yang masih penasaran gigit-gigit itu gabah yang teramat sangat kecil sampai akhirnya kulit padi itu lepas. Dia masukin mulit lagi.

"Hueeee... Masih gak enak!" 

Si dia yang mulai putus asa membanting semua batang padi yang dia cabut tadi. Dan ajaib, kulitnya lepas dan padi berubah menjadi beras. Tapi karena tadi dirasa gak enak walaupun udah lumayan daripada sekulitnya. Dia hanya meletakkan pada wadah dan beras itu ditinggal gitu aja. Sampai pada akhirnya beras itu kerendam air selama beberapa waktu. Jadilah nasi XDD

"Apaan nih?"

Dua hari kemuadian si dia bersama temannya melihat nasi. Si dia menjelaskan pada temannya mengenai kejadian kemarin (anggap aja beras tadi kerendem 2 hari semalam pake air yang asalnya bisa dari mana-mana XD) Lalu temannya nyomot itu nasi.

"Lumayan bro, bisa bikin kenyang ini"

Si dia yang penasaran ikut nyicip. Betapa kagetnya si dia begitu nasi masuk ke mulutnya. Rasanya beda jauh. Kemarin keras gak enak, sekarang empuk plus ada sensasi  manis pula. 
Setelah itu mereka mulai makan nasi. Membanting padi, mengumpulkan beras dan merendamnya sampai dua hari semalam seperti sebelum-sebelumnya. Lalu kapan mereka masak nasi dengan menanaknya? Kemungkinan ada kerabat yang tidak sabar menunggu dua hari satu malam menyulut api hingga akhirnya beras yang direndam air pada bejana terbakar dan mempercepat penanakan nasi hahaaa..

Begitulah kira-kira otak sederhana gw berpikir :3


Masuk akal? Jelas...
Jelas pemikiran gw banyak cacatnya.. 

Kalo kayak gitu satu musim aja mereka makan nasi. Habis, Tamat, gak makan-makan nasi lagi. Tau sendiri sawah yang ditanami padi harus berair, bukan sembarangan, kebanyakan air malah bisa bikin padi gak jadi. (Iya gak sih?) Udah gitu sawah sebelum ditanami harus dibajak-bajak dulu. Terus kok kepikiran ya manusia masa itu nanem padi jongkok tancep jongkok tancep dengan hasil yang rapi. Atau memang pada mulanya Tuhan langsung menciptakan sawah dengan padi yang telah berjajar rapi? Manusia tinggal ngikutin gitu?.

Aaaaaarrrrrrghh.. 
Seandainya gw dapat ke masa itu~

*culik Doraemon*
*rampas mesin waktunya*
*eh, minta anterin aja ding ke masa itu*


Salam tengil, 
Siamang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar