Kamis, 12 September 2013

Benarkah Menggunakan Kosakata Sulit Terlihat Intelek?

Selamat dini hari~

Langsung nyambung ke judul, berkali-kali Siamang sering mengingatkan sobat-sobat sekalian kan? Berbahasalah dengan baik dan benar. Tidak perlu baku apalagi dengan tembak(?) yang penting baik dan benar.

Ng.. Tapi berhubung akhir-akhir ini ada lagi artis baru (baca: yang berakting sedemikian rupa, berusaha menjadi sosok intelek guna memperdaya korbannya, yang herannya ada aja yang terpedaya dengan akting yang bisa dibilang abal-abal ini) yang kurang memahami apa yang dimaksud baik dan benar, maka Siamang yang sok bijak ini menyarankan satu lagi petuah sok bijak dalam berbahasa. Berbahasalah dengan menggunakan kata-kata yang mudah dimengerti dan dipahami oleh orang lain.


Melihat gambar di atas, pasti banyak dari sobat sekalian yang langsung mengetahui siapa artis baru yang Siamang maksud? Tapi jujur, Siamang baru tau loh, secara Siamang itu kudet, apalagi berita berbau infotaiment *blushing*

Siamang gak bakal bahas kata-kata yang di keluarin dari mulut si artis baru ini. Noh, sebagian kata-katanya ada di gambar. Kata-kata yang awalnya membuat kerutan pada dahi langsung berubah tanpa harus menunggu lama, menjadi sebuah kakakan ataupun kikikan #apadah
Kalau sobat terlalu penasaran search aja 'Vicky Prasetyo' (kesebut juga kan XDD)

Sedikit heran dengan vocabulary vokal berlari-lari si Vicky ini. Tapi yah, lumayan menghibur bagi Siamang yang gak mau repot-repot memahami maksud dari kata-katanya (Kalaupun Siamang berusaha sekeras-kerasnya untuk memahami juga gak bakal ngeh secara otak Siamang kan otak ala kadarnya orz). Pribadi, Siamang menilai masih bagusan juga kosakatanya Tony Blank. Saparatozz Pakdhe!! ^.^/

Bicara tentang sesuatu yang intelek, dulu sebelum Siamang pindah ke hutan, tiap sore sampai menjelang petang, Siamang beserta kakak ke-4 selalu menyempatkan diri nonton TV berita, kalo gak TV yang ada bangOnya ya TV elang. Biasanya menjelang magrib ada tuh acara bincang-bincang atau gelut entah membicarakan politik, ekonomi, hukum dan sebagainya. Dalam 1 debat tidak jarang perbincangan diselingi kata yang sulit untuk dipahami. Kebanyakan kata-kata itu dikeluarkan dari mulut seorang politikus, entah politikus dengan embel-embel milliter, agama, ekonomi dll, sangat lancar berbicara sampai susah sekali dihentikan, sedangkan dari pihak ilmuwan kebanyakan diam mengamati dan banyak senyum-senyumnya. Entah mengapa~ 

OOT dulu. Di acara yang seperti ini juga terkadang ada yang membuat Siamang gak habis pikir, ketika adzan magrib pembawa acara yang tadinya mancing-mancing, kemudian susah payah memotong pembicaraan yang biasanya lagi panas-panasnya. Oke, jeda adzan, diam. Bahkan seorang yang bisa dikatakan seorang pemimpin agama juga diam, sampai adzan magrib selesai dan balik lagi ke acara siaran langsung tadi semua masih dalam posisi yang sama. Ini yang membuat Siamang heran, bukannya waktu magrib cuma sebentar yak? Kenapa diam? XDD
Setelah adzan magrib perdebatan dilanjutkan (udah gak perbincangan lagi) sebentar. Lalu waktu habis. Selesai! Inilah yang membuat Siamang gak habis pikir season 2, mulai panas di bikin jeda, mulai lagi langsung panas eh, di stop. Berakhirlah debat dengan tegang di pihak politikus yang tadinya ingin menimbulkan kesan benar, cengiran di pihak ilmuwan yang mungkin dari awal memang tidak ada niatan untuk berdebat. Yah, Siamanng sih ngikut ilmuwan. Acara begini mah emang TV-nya juga yang sengaja buat benih-benih permusuhan, tau sendiri saat ini di negara ini gak ada TV berita yang benar-benar netral. Mungkinkah pihak ilmuwan dan Siamang berpikiran sama? Menganggap acara debat dengan batas waktu yang tidak lama sebagai acara hiburan semata. Datang saja, masuk TV dan biasanya pembicara dapat fee kan? XDD

Kembali ke masalah intelek tadi yak?

Siamang dan kakak ke-4 sering ikut mengomentari pendapat-pendapat para ahli. Pernah suatu hari Siamang mengemukakan pendapat di hadapan kakak ke-4. Karena Siamang adalah makhluk yang sederhana, Siamang ngomong menggunakan bahasa yang sederhana juga, tapi belibet ngomongnya (lupa ngomongin apaan, harap maklum ingatan dari pemilik otak ala kadarnya ini tidak bisa  mengingat bahan omongan kala itu). Kakak ke-4 bingung, dia komentar:
"ngomong apaan sih? gak sistemik sama sekali"
"jiahh, emang sistemik apaan kk?"
"embuh, biar keliatan intelek aja, noh di tipi ngomong pada pake sistemik-sistemik"
"hzzzzzzzzzzzzzzz"
Kesimpulan: orang yang bicaranya kelihatan intelektual belum tentu mengerti apa yang dia ucapkan -.-

Oh iya.. Siamang pernah buat skripsi loh, salah satu produk intelektual ini #sok2an
Kata pembimbing Siamang, dalam menulis skripsi sebaiknya hindari kata-kata yang sulit dimengerti oleh orang awam. Karena bisa jadi skripsi kita dibaca oleh orang yang bukan dari kalangan kita. Umm... bukan berdasar kasta dan sebagainya. Ng, cotohnya: misal Siamang orang psikologi, nah bisa jadi skripsi Siamang dibaca sama orang budaya. Belum tentu orang budaya tau istilah-istilah psikologi kan? Kalaupun harus memakai kata-kata yang sulit dimengerti, kita harus membuat penjelasannya agar orang lain tau apa maksud dari tulisan yang kita tulis, seperti itulah kira-kira.

You know? 
Semakin orang berilmu, biasanya (ada juga yang gak biasa) bahasa yang digunakan akan semakin mudah dimengerti oleh semua orang. Jadi, jika ada orang ngaku intelek tapi bahasanya sulit dipamahi bisa jadi orang itu intelek-intelekan.

Udah gitu doang~
Jangan lupa sob, gunakan bahasa yang baik dan benar, serta mudah dimengerti yo?

Keep calm dan Stop make stupid people famous!
Siamang

9 komentar:

  1. Mungkin si vp ini masuk kalangan in-telek-isasi kak XD #aria

    BalasHapus
  2. Menurut saya, justru orang intelek beneran itu malah bahasa sederhana dan bisa dipahami oleh orang awam sekalipun.

    BalasHapus
  3. lagi demam vickynisasi ya, hehehe
    ngga juga sih. justru intelek itu kalo mengkolaborasikan kata-kata simple tapi bisa jadi bermakna.

    BalasHapus
  4. gw sepakat sama kesimpulanmu Mang. Orang jenius itu, bisa membahasakan sesuatu yg rumit dg bahasa yg mudah dimengerti.

    Wejangan dari dosen jurnalistik gw, yg ininya kek gini dulu: "Kalo mo nulis berita, sebisa mungkin jangan gunakan istilah2 yg nggak bakal dimengerti orang awam. Bikinlah berita, dg bahasa yg mudah dimengerti, sehingga lulusan SD saja bsa paham dg berita kita."

    Masalahnya, sekarang masyarakat kita malah lebih suka dg acara2 begonoan. Semacam melihat tontonan lawakan gitu. XD
    aku sendiri jarang nonton TV, tahu virus vicky dari grup facebook. Ampun dah *tepok jidat siamang* XD

    BalasHapus
    Balasan
    1. tu kan skripsi aja harus mudah dimengerti orang awam apalagi berita yang semua kalangan pasti mengkonsumsinya(?)

      wah, selalu sehati sih kita enh? tau dari fb juga awalnya XDD
      *tepokin jidat enha juga* XD

      Hapus
    2. wah, iya kita sehati.
      Jangan2 kita jodoh ya #apadah
      Maafken saia Mang, saia masih normal. :v

      Hapus
    3. wow, sama banget kita
      saia juga masih normal kok

      jangan2 emang jodoh nih #plak XDD

      Hapus